RUMAISA

Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun  Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali (Al-Baqarah ayat...

Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun 

Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali (Al-Baqarah ayat 156).


Ummu Sulaim lirih beristirja. Ditatapnya wajah buah hati kesayangan, separuh jiwa telah pergi menghadap Sang Khaliq. Sambil menahan perih di dada, Ummu Sulaim membayangkan kekasih hati tengah bermain di taman surga. Hal itu sedikit mengurangi kepedihannya. Kemudian Ummu Sulaim memandikan dan mengafaninya, lalu menutupinya dengan kain seraya berkata kepada keluarganya: “Jangan kalian beritahukan kepada Abu Thalhah, biarlah aku sendiri yang mengabarinya.”


"Assalamu'alaikum ... " Terdengar ketukan di pintu. 

Ummu Sulaim bergegas membetulkan hijabnya, berhias dan memakai wewangian karena sangat mengenal empunya suara. Wajahnya yang cantik tampak lebih tegar. Ia menguatkan diri untuk bertemu suaminya Abu Thalhah. 

"Wa'alaikumussalam Abi", sambil mencium takjim tangan suaminya. 

Sekuat tenaga menahan air mata yang mulai menggenang karena mengingat putra Abu Thalhah yang telah berpulang. 

"Abi sudah makan? Ummi siapkan ya".  

Abu Thalhah (Zaid bin Sahal) seorang bangsawan dan satria hebat yang mempunyai keahlian memanah. Wajahnya teduh dengan sorot mata tajam. 

"Apa yang sedang dilakukan putraku?" tanyanya khawatir sambil menyantap makanan yang telah disiapkan oleh istrinya. Beliau bertanya karena pada saat ditinggal menuju masjid anaknya dalam keadaan sakit.

"Ia dalam keadaan amat tenang", jawab Ummi lirih. 

Abu Thalhah pun melanjutkan makan dan terlihat puas mendengar jawaban istrinya.


Malam itu Ummu Sulaim melayani semua kebutuhan suami seperti biasanya. Melayani makan sampai urusan di ruang tidur. Abu Thalhah merasa bangga dan beruntung memiliki seorang istri yang cantik, cerdas dan berakhlak baik. Sifat Ummu Sulaim lainnya yang juga istimewa di mata suami adalah kecintaannya kepada Allah yang melebihi kecintaannya terhadap dunia. 


Ummu Sulaim hanya meminta kepada Abu Thalhah yang sebelumnya kafir namun berharta banyak, mahar berupa dua kalimat syahadat. Walaupun sebagai janda miskin beranak satu, harta tidak membuatnya bergeming. Demi Allah, orang semisalmu, wahai Abu Thalhah, tidak akan ditolak. Tetapi engkau adalah pria kafir sedangkan aku wanita muslimah, dan tidak halal bagiku menikahimu. Jika engkau masuk Islam, maka itulah maharku dan aku tidak meminta kepadamu selainnya. Kemudian dia masuk Islam, lalu hal itu menjadi maharnya. (HR. An-Nasa’i VI/114, Al Ishabah VIII/243 dan Al-Hilyah II/59 dan 60). 


Kecintaannya kepada Allah jualah yang membuat Ummu Sulaim juga mencintai Baginda Nabi Muhammad melebihi dirinya sendiri. Bahkan Beliau merelakan anaknya, Anas bin Malik yang masih berusia 8 th, untuk dihadiahkan kepada Baginda Nabi. Beliau hanya ingin memberikan yang terbaik bagi perjalanan dakwah khalifah Allah di muka bumi. Kelak Anas bin Malik menjadi pembantu dan sahabat Nabi yang paling setia.


Menurut Adz-Dzahabi, Ummu Sulaim juga ikut terjun dalam perang Uhud dan Hunain bersama Rasulullah SAW. Sebagai mujahidah ketika itu ia hanya membawa sebilah pisau untuk melindungi diri dan Baginda Nabi. Tidak jarang ia mendapat luka dalam peperangan, namun baginya luka itu tidak seberapa dibandingkan beratnya perjuangan Rasulullah dalam menegakkan dakwah. 


Dalam kondisi sempit, Ummu Sulaim selalu membuka pintu untuk siapa saja yang membutuhkan makanan walaupun hanya mampu menyajikan sepotong roti dan kuah. Namun makanan tersebut menjadi berkah, walaupun sedikit dapat memberi makan sampai puluhan orang. 


'Abi ... ' sapa Ummu Sulaim lembut membuyarkan lamunan Abu Thalhah. 

'Ya istriku sayang' sambil mengelus lembut rambut istrinya. Mereka baru saja melakukan hubungan suami istri. 

“Wahai Abu Thalhah, bagaimana pendapatmu bila keluarga si fulan meminjam suatu pinjaman, lalu memanfaatkannya, kemudian ketika pinjaman itu diminta, mereka tidak suka?” 

Ia menjawab, “Mereka tidak adil.” 


Ummu Sulaim berkata, “Sesungguhnya anakmu, fulan, adalah pinjaman dari Allah dan Dia telah mengambilnya.” 

Abu Thalhah beristirja (mengucapkan: Innaa lillaahi wa innaaa ilaihi raaji’uun) seraya memuji Allah untuk menenangkan dirinya.


Ummu Sulaim, “Bersabarlah dan berusaha raih pahala karena kematian puteramu.” 

Abu Tholhah lalu berkata, “Engkau biarkan aku tidak mengetahui hal itu hinggga aku berlumuran janabah, lalu engkau kabari tentang kematian anakku? Demi Allah, aku tidak membiarkanmu mengalahkanku dalam kesabaran.” 



Dalam keadaan marah karena tidak diberitahu perihal kematian anaknya, pagi harinya, Abu Thalhah datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tatkala beliau melihatnya, beliau bersabda, “Semoga Allah memberkahi kalian berdua di malam hari kalian.” Keberkahan yang terjadi sejak malam itu adalah kehamilan dan kelahiran Abdullah bin Abi Thalhah dari rahim Ummu Sulaim. 


Kelak tidak ada pada kaum Anshar seorang pemuda yang lebih baik darinya. Rasulullah sendiri yang menyematkan nama serta mentahniknya dengan kurma. Dari Abdullah tersebut lahirlah banyak anak, dan Abdullah tidak meninggal sehingga dia dikaruniai sepuluh anak yang semuanya hafal al-Qur-an, dan dia wafat di jalan Allah.


Demikian kisah shahabiyah yang namanya disebut penduduk langit sebagai penghuni surga. Ia adalah al-Ghumaisha’ binti Milhan Ummu Sulaim Radhiyallahu anha alias Rumaysho alias Rumaisa yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentangnya:



دَخَلْتُ الْجَنَّةَ فَسَمِعْتُ خَشْفَةً، فَقُلْتُ: مَنْ هَذَا. قَالُوا: هَذِهِ الْغُمَيْصَاءُ بِنْتُ مِلْحَانَ، أُمُّ أَنَسِ بْنِ مَالِكِ.



“Aku memasuki Surga lalu aku mendengar suara, maka aku bertanya, ‘Siapakah ini?’ Mereka berkata, ‘Ini adalah al-Ghumaisha’ binti Milhan, Ummu Anas bin Malik.' ''


Dilansir dari Rumaysho.com berikut adalah hikmah dari kisah  di atas:


1- Dianjurkan istri untuk berhias diri untuk suaminya dengan dandan yang istimewa. Namun yang terjadi di kebanyakan wanita saat ini, mereka hanya mau berdandan ketika di depan orang banyak saat keluar rumah, bukan di hadapan suaminya. Cobalah ambil teladan dari kisah Rumaisa di atas yang ia masih mau berdandan cantik walau sedang dirundung duka.


2- Istri harus bersungguh-sungguh dalam berkhidmat pada suami dan membantu mengurus hal-hal yang bermasalahat bagi suami seperti yang dilakukan Ummu Sulaim pada suaminya dengan menyediakan makan malam.


3- Mustajabnya do’a Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan mendo’akan keberkahan bagi malam Ummu Sulaim dan Abu Thalhah, akhirnya mereka pun dikaruniai lagi seorang anak.


4- Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah ganti dengan yang lebih baik. Lihatlah Ummu Sulaim begitu ridho dan penyabar dengan ketentuan Allah sehingga ia pun dikaruniai putera yang dinamakan Abdullah. Bahkan dari Abdullah inilah lahir sembilan keturunan yang kesemuanya para penghafal Al Qur’an sebagaimana disebutkan dalam riwayat lainnya. Bahkan mereka menjadi para ulama sebagaimana disebutkan Imam Nawawi rahimahullah.


5- Disunnahkan ridho terhadap takdir yang terasa pahit.


6- Sesuatu yang bisa menguatkan sabar adalah dengan seseorang mengenal dirinya sendiri bahwasanya ia berasal dari sesuatu yang tidak ada. Manusia adalah milik Allah. Yang manusia miliki hanyalah titipan dari Allah yang sewaktu-waktu bisa diambil.


7- Disunnahkan melakukan tahnik dengan mengunyah kurma dan dimasukkan dalam langit-langit mulut bayi. Hal ini juga disunnahkan berdasarkan ijma’ atau kesepakatan para ulama. 


8- Disunnahkan memberi nama pada si buah hati pada hari lahirnya.


9- Disunnahkan memberi nama yang terbaik bagi anak dan sebaik-baik nama adalah Abdullah.


10- Boleh meminta orang sholih untuk memberikan nama pada anak.


11- Hendaknya memberi kabar kematian pada orang lain dengan lemah lembut.


12- Boleh menggunakan kata-kata kiasan yang seolah-olah mengandung dusta ketika hajat (dibutuhkan).


13- Berinfaklah di jalan Allah, kelak akan dikembalikan berlipat ganda.

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu, ia menuturkan bahwa ketika turun ayat ini:


مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ


“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah)…” [Al-Baqarah/2 : 245].


Dari kisah shahabiyah ini dapat kita ambil ibrohnya bahwa wanita dengan segala kompleksitasnya, dikaruniai keistimewaan yang tiada tara. Dibekali ketabahan dan kekuatan yang lebih dalam menghadapi badai kehidupan. Ada kalanya sebagai manusia biasa, wanita merasa tidak berdaya, merasa sendirian dan ingin menyerah pada kondisi yang menghimpit. Namun dengan keyakinan bahwa Allah pemilik skenario hidup, wanita mampu bangkit lagi. 


Peperangan yang dihadapi oleh mujahidah masa kini, dimana fitnah bertebaran, berbeda bentuk dengan peperangan pada masa awal dakwah kenabian. Namun tujuan akhir hidup dalam meraih ridho Allah menuju surganya akan selalu sama. 


In syaa Allah, pintu surga terbuka bagi wanita yang menjalankan syariat secara kaffah. Wanita yang mendapat ridho dari suaminya. 

Mampukah kita meraih derajat kemuliaan seperti para wanita shahabiyah? Hal itu adalah hak prerogatif Allah, yang kita  bisa lakukan hanyalah mengikuti segala aturan sesuai Al Qur'an dan sunnah  dengan istiqomah. Wallahu'alam bishawab.


Sumber :

http://kisahmuslim.com/21-meneladani-ibunda-anas-bin-malik.html


https://rumaysho.com/3539-kisah-rumaysho-ummu-sulaim-yang-begitu-penyabar.html


https://almanhaj.or.id/957-contoh-untuk-diteladani-kisah-shahabiyah-yang-mulia.html


COMMENTS

Name

Curhat,1,English Version,1,Event,3,Featured,2,Fiksi Mini,16,Inspirasi,1,Mutiara Qalbu,8,Mutiara Qolbu,1,Prosa,1,Puisi,1,Ragam Artikel,8,Review Produk,2,The Zainal's,1,Tips,17,Traveling,3,Tutorial,1,Writing Tips,6,
ltr
item
Dee's Idea: RUMAISA
RUMAISA
Dee's Idea
https://www.dewihepy.com/2018/05/rumaisa.html
https://www.dewihepy.com/
https://www.dewihepy.com/
https://www.dewihepy.com/2018/05/rumaisa.html
true
663427439463064019
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy