Di Bawah Pohon Kersen

Finn Hackshaw @unsplash Entah, sudah berapa tahun aku berdiam di taman sebuah kota metropolitan. Cukup lama untuk bisa mengen...

Finn Hackshaw @unsplash





Entah, sudah berapa tahun aku berdiam di taman sebuah kota metropolitan. Cukup lama untuk bisa mengenali ingar-bingar aktivitas manusia yang terhidang di depanku, bahkan dengan mata terpejam. Ribuan suara-suara dari penduduk kota yang pernah singgah dengan segala problem kehidupannya.

Ketika sedang asyik bermain dengan pikiran, sekelebat aroma yang hinggap mengusik milyaran sel otak bekerja menggali kotak ingatan. Ah, aku mengenali aroma ini milik seorang gadis yang sudah lama tak berkunjung.

Apa kabarnya dia?

Ingatanku melayang pada kejadian beberapa tahun yang lalu.

Pada suatu senja, tampak sepasang kekasih bercengkerama dengan mesra. Aku tak sengaja mendengar setiap detail percakapan mereka.

“Ben, sampai kapan aku harus menunggumu? Usiaku tak bertambah muda. Aku butuh kepastianmu tentang hubungan kita.”

“Sabar, Sayang. Segera setelah aku menyelesaikan urusanku di Dresden, aku akan menemui keluargamu.”

“Tapi, dua tahun bukan waktu yang sebentar. Dresden itu jauh, Ben. Aku enggak akan sanggup menjalaninya. Anak ini juga enggak akan sanggup menatap dunia dengan statusnya yang tak jelas,” ujar gadis itu sambil mengelus perutnya yang masih terlihat rata.

Pria berperawakan tegap yang dipanggil Ben itu hanya tersenyum samar. Tangannya yang kekar melingkar di bahu gadis berwajah oriental di sampingnya.

“Ingatlah bahwa aku akan menemuimu di sini tepat setelah kepulanganku dari Jerman, tak tahan rasanya menjalani hubungan backstreet seperti ini. Aku menginginkanmu Alona, melebihi Odelia istriku sendiri. Beri waktu untuk menyelesaikan semuanya,” bisik Ben lirih.

Angin bergerak seiring ayunan pohon kersen. Semilirnya memainkan ujung rambut ikal sebahu milik Alona, nama gadis yang pipinya semerah tomat karena bisikan mesra Ben di telinganya.

Sejak saat itu keduanya tak terpisahkan. Setiap senja pada waktu yang sama, mereka janji bertemu untuk melepas rindu setelah seharian terkurung kubikel di belantara gedung perkantoran. Berbincang barang sejenak, lalu pergi berlalu meninggalkan aku yang diam-diam menyukai Alona. Lebih tepatnya menyukai aroma tubuhnya yang melenakan.

Hingga suatu saat, gadis berparas keibuan itu kembali datang di taman ini dengan perut mulai membuncit. Tapi, raga Ben tak kunjung tiba. Air matanya meleleh seiring tetes air hujan yang menghunjam. Hari berikutnya dan seterusnya, Alona tetap datang dan setia menunggu Ben yang tak pernah kembali. Sampai akhirnya, Alona tak lagi terlihat.

***

Hari ini, setelah hampir tiga tahun berlalu. Di bawah pohon kersen taman kota, Alona kembali muncul. Aku melihat wajahnya yang pucat. Ingin rasanya memeluk tubuhnya untuk mengalirkan kehangatan bagi hati yang membeku. Tapi, aku tak mampu dan selamanya seperti itu.

Untuk sekian kali melihat ia terluka, sama ketika dulu Ben mengabaikannya. Tapi, kurasa kali ini hatinya tak lagi tahan.

“Dor! Kakak sedang apa?”

“E–eh.” Aku gelagapan menjawabnya, malu karena terpergok mencuri pandang wajah Alona.

Sejurus kemudian, aku baru menyadari siapa yang mengagetkanku tadi. Seorang anak perempuan kecil berkepang dua.

Sedang apa dia di sini? Apakah ia dapat mengenaliku?

“K-kamu siapa?”

Anak itu hanya tersenyum sambil memamerkan gigi kelincinya.

“Itu mamaku.” Tangannya menunjuk Alona yang sedang duduk di ujung.
Aku terkesiap.

Apakah ini anaknya Alona?

Mataku melirik perut Alona yang rata.

Ah iya, mungkin saja.

Aku dapat merasakan kulit bocah bermata cokelat yang sedingin es menyentuh permukaan kulitku.

Tunggu! Akal sehatku mulai meragu.

Apakah anak ini tak menapak bumi? Ia seperti –sambil menajamkan pandanganku–melayang di atas permukaan tanah.

Jadi??

“Iya, Kak sejak lahir aku jadi penjaga ibu dan mengikutinya ke mana pun ia pergi.”

Anak itu seperti bisa membaca pikiranku.

“Ke mana ayahmu?”

“Aku enggak tahu. Kata ibu, ayah pergi ke negeri yang jauh. Tapi, hari ini ia akan menemui kami di sini seperti janjinya pada ibu.”

“Kakak kenal ayahku?”

“Hm–kenal. Eh, maksudku tidak secara resmi.”

“Seperti apa rupanya?”

“Diaa ...,” kalimatku tersendat di kerongkongan, ”cukup baik kurasa.”

“Benarkah?”

Maafkan aku karena telah berbohong gadis kecil, keluhku dalam hati.

“Lalu kenapa ia meninggalkan aku dan ibu begitu lama?”

Aku terdiam, tak mampu menjawab.

Rupanya Ben benar-benar mencampakkan Alona!

Sekujur tubuhku meradang sehingga mengeluarkan suara berderak. Aku tak peduli, yang kutahu hatiku ikut merasakan kepedihan Alona. Pelakor yang mungkin saja mendapat karma dari sumpah seorang istri yang teraniaya.

“Anjie, ayo kita pulang, Nak. Ayahmu sepertinya tak jadi datang ke sini.”

“Sebentar lagi, Bu.”

“Jangan bilang kamu mengobrol dengan bangku taman ini, ya.”

“Tapi, Bu ...,”

Dalam sekejap mereka menghilang dari pandangan mata. Aku terpana.

Jika Alona dapat melihat aku dan ia berbicara dengan Anjie, berarti ....

End
Bekasi,271218


#challengealumnikpk
#doubletwistedending
#openending














COMMENTS

BLOGGER: 30
  1. Bagus, Mbak. Enggak nyangka kalau si Aku ternyata bangku.

    ReplyDelete
  2. Endingnya jadi horor..Hehe... suka deh dengan cerita berstyle seperti ini... makin dibaca makin larut dan makin nggak mau selesai ceritanya... lusa disambung lagi yah mbak...

    ReplyDelete
  3. Berarti aku bangku? Seru ceritanya, Mbak.

    ReplyDelete
  4. Aku nya bangku ato sosok yang juga gentayangan, ya? Wah, selalu suka cerita dengan ending kayak gini. Bagus mb.

    ReplyDelete
  5. mba Dewwwww aku suka sama tulisanmu duhhhh, bikin lagi ya mbaaaaa plisss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi nunggu mood dan sajen camilan melimpah dulu yak

      Delete
  6. Owh...owh..nggak nyangka ternyata akunya bangku,hehehe..keren, Mba.

    ReplyDelete
  7. endingnya ngetwist sekali, hehe... keren!

    ReplyDelete
  8. Horrir beud
    Endingny
    Jd inget filmny nicole kidman
    Yg disangka hantu ternyata g
    Trnyata dia sndr yang...
    Untung bacany g malem2 mb
    D sisi lain gemes sm cow model gitu

    ReplyDelete
  9. memang double twisted, keren pake bingit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kalo iya mah, pertama kali bikin doble. Makasiih Mbak :)

      Delete
  10. Wow. Beneran double twist ending!
    Keren, Mbak.
    Saya baru bisa bikin yg twist ending doang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baru pertama kali bikin yang dobel kaya gini aku juga Mbak, makasiih :)

      Delete
  11. wah barusan blogwalking dan disuguhkan dengan cerita fiksi kayak gini, jadi ingat dulu juga suka nulis fiksi di blog, hehe

    endingnya cakep banget mbak, nggak nyangka dengan tokoh si aku

    ReplyDelete
  12. Bagus banget, Mbak. Ini yang namanya Plot Twist, akhir yang menipu. Saya pingin juga bisa bikin cerita yang endingnya nggak ketebak begini......

    ReplyDelete
  13. Waw, ceritanya keren.
    Cukup lama saya tidak baca cerita fiksi, suka banget baca ini...

    ReplyDelete

Name

Curhat,1,English Version,1,Event,3,Featured,2,Fiksi Mini,14,Inspirasi,1,Mutiara Qalbu,8,Mutiara Qolbu,1,Prosa,1,Puisi,1,Ragam Artikel,8,Review Produk,2,The Zainal's,1,Tips,16,Traveling,3,Tutorial,1,Writing Tips,6,
ltr
item
Dee's Idea: Di Bawah Pohon Kersen
Di Bawah Pohon Kersen
https://lh3.googleusercontent.com/-Dod6OnCg7lE/XCQ2YO38iAI/AAAAAAAACT8/nebltJB99s8iHgUGijzbYdbCRvvG7xqCACHMYCw/%255BUNSET%255D
https://lh3.googleusercontent.com/-Dod6OnCg7lE/XCQ2YO38iAI/AAAAAAAACT8/nebltJB99s8iHgUGijzbYdbCRvvG7xqCACHMYCw/s72-c/%255BUNSET%255D
Dee's Idea
https://www.dewihepy.com/2018/12/di-bawah-pohon-kersen.html
https://www.dewihepy.com/
https://www.dewihepy.com/
https://www.dewihepy.com/2018/12/di-bawah-pohon-kersen.html
true
663427439463064019
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy