In Between

“Elaine, kamu dimana?” “Elaine ... Elaine ... !” “Aku di sini Ma!.” Elaine menjawab. ‘Kenapa mereka hanya melewatiku saja,’ keluh Elaine...

“Elaine, kamu dimana?”

“Elaine ... Elaine ... !”

“Aku di sini Ma!.” Elaine menjawab.

‘Kenapa mereka hanya melewatiku saja,’ keluh Elaine putus asa. Ia berteriak sampai suaranya serak.

“Aku di sini Ma!”

Elaine terus menjawab panggilan mama. Tapi, aneh mama seperti tidak mendengarnya.

***

Padang ilalang berumput ini seperti rumah keduaku sekarang. Entah sejak kapan. Yang kuingat hanya ada sebatang pohon oak yang tabah menjadi sandaranku setiap aku lelah.  Setiap hari hanya ada pagi. Aku bahkan tak tahu dimana letaknya matahari, hanya sinar lembutnya menerangi sepanjang hari. Hanya ada satu pintu tertutup. Dan aku tak ingin mengetahui ada apa di baliknya.

Aku rindu papa, mama, dan kakak laki-lakiku. Mereka begitu dekat tapi tak menyadari keberadaanku. Aku dapat melihat mereka melalui jendela, bahkan aku bisa menyentuh wajah mama ketika ia terlelap.

Papa terlihat lelah, dan mama lebih sering menangis sekarang. Kakakku juga begitu, wajahnya muram. Aku ingin memberitahu mereka bahwa aku baik-baik saja.

***

“Pa, Elaine hilang. Sudah sejak sore belum pulang. Aku takut dia kenapa-kenapa.” Mama menelpon papa histeris.

“Mama tenang dulu ya. Kita tanya dulu dengan teman-temannya siapa tahu dia main ke sana,” jawab papa.

“Tapi ini sudah larut Pa, Elaine tadi pamit pergi ngaji ke musala. Seharusnya dia sudah pulang dari tadi.”

“Kita tunggu saja Ma, siapa tahu dia hanya merajuk dan memutuskan menginap di rumah temannya.”

Papa mencoba menenangkan mama yang panik.

***

Setelah 3x24 jam

“Pak Polisi, tolong anak saya hilang,” suara Papa bergetar.

Polisi bergerak cepat. Menelusuri tempat kejadian perkara serta melakukan serangkaian wawancara kepada penduduk sekitar.

***

Aku mulai menyukai rumah baruku. Begitu nyaman dan tenang. Seharian aku hanya bermain di padang rumput hijau. Sesekali mampir melihat keluargaku sedang apa. Sambil memeluk mereka dalam diam. Menghapus bulir bening dari mata lelah mama. Aku mencintai kalian.

Entah bagaimana, aku tak merasa lapar ataupun mengantuk. Aku hanya merindukan mama serta bau aroma kue yang dipanggang di dapur rumah keluargaku.

Aku rindu semuanya, teman-teman, guru, sekolah, bahkan sepeda. Tiba-tiba aku merasa sendiri.

***

‘Elaine kamu dimana. Sudah empat hari meninggalkan rumah. Tak putus harap mama menemukanmu, Nak.’

Mama beringsut menuju jendela. Hari menjelang senja ketika ia melihat bayangan dirinya terpantul di kaca jendela rumah kontrakan depan. Tapi ia tak sendiri, ada bayangan lain bersamanya.

“Elaine!” Mama terkesiap dan menegaskan kembali pandangannya, ’ah, ternyata hanya perasaanku saja.’

***

Polisi masih melakukan penyelidikan intensif. Semua saksi dikumpulkan dan dimintai keterangan. Dari hasil olah TKP dan analisis dari jawaban para saksi akan didapat sebuah kesimpulan yang menjawab teka-teki hilangnya Elaine.

***

Aku mempunyai teman baru. Seorang gadis berkepang dua. Umurnya delapan tahun sebaya dengan diriku. Namanya Lorry. Tidak tahu kapan persisnya, tapi Lorry masuk melalui pintu yang selalu tertutup itu. Sepanjang hari kami bermain bersama, bergembira. Sesekali Aku mengajaknya mengunjungi keluargaku. Tapi ia selalu menolak tanpa memberi alasan.

Hari ini kami bermain petak umpet. Lorry bertugas jaga dan aku mencari tempat  persembunyian. Aha, aku tahu tempat bersembunyi dimana lorry tak akan bisa menemukanku.

“Aku hitung sampai sepuluh ya ... satu, dua, tiga ...” Lorry terus menghitung.

Aku berlari kecil menuju pintu tertutup. Tanganku menggerakkan handle pintu perlahan supaya tidak terdengar Lorry. Berhasil. Pintu dapat terbuka, aku masuk ke dalam dan bersembunyi. Ooh, ternyata ini sebuah ruangan. Aku seperti familiar dengan tempat ini.

Kondisi ruangan sangat berantakkan. Baju tersebar di lantai seperti baru saja terjadi pergumulan. Aku terkesiap, bau darah! Bercak darah berceceran di lantai dan tembok.

Aku juga melihat tas, buku, dan sandal yang kupakai mengaji.  Aku tak dapat menahan tangis. Sekarang baru aku mengerti kenapa keluargaku sangat bersedih.

Aku berteriak mengingat rasa pedihnya. Orang itu meninjuku bertubi-tubi. Membuat aku kesakitan di tempat yang tak seharusnya terlihat. Sekejab kemudian kekuatan tak terlihat menarikku keluar dari tempat itu, kembali ke padang rumput.

Aku menatap Lorry dan menceritakan semuanya.

“Apakah kita di surga Lorry?”

“Belum saatnya.” Lorry berkata.

***

Mama dapat merasakan bahwa anak perempuannya dekat. Dipeluknya baju kesayangan putrinya.

‘Elaine kamu dimana? Bantu kami menemukanmu.’

“Aku di sini, Ma. Dekat sekali denganmu. Tapi Engkau tak dapat melihatku. Kenapa, Ma? Apakah dunia kita berbeda? Apakah alam telah memisahkan kita?,” tanya ku bertubu-tubi.

Aku memeluk mama sambil membisikkan sesuatu. 

Tiba-tiba mama berdiri dan memanggil papa.

***

Polisi bergerak cepat membongkar gerendel rumah kontrakkan depan. Penyewanya pergi tanpa pamit sehari setelah aku dikabarkan menghilang. Mama masih mengingatnya karena sempat bertemu di depan rumah.

Setelah berhasil mendobrak pintunya, bau anyir menyeruak ke mana-mana.

***

“Berita hari ini, mayat seorang anak perempuan ditemukan dalam karung di rumah kontrakkan di depan rumah orang tuanya sendiri. Diduga pelakunya adalah orang yang menyewa kontrakkan tersebut.” Suara pembawa acara kriminal siang melaporkan berita terkini.

‘Terima kasih Nak, Engkau membisikkan mama lokasi tempatmu berada. Pergilah yang tenang Sayang. Semua akan lebih indah di sana.’ Mama berbisik lirih sambil mendekap fotoku.

***

“Apakah ini saatnya Lorry?” 

Lorry tersenyum mengangguk dan meraih jemariku. Di depan kami langit terbuka dengan cahaya putih di ujungnya. 

Untuk terakhir kali aku melihat mama dengan fotoku di dadanya, ‘Selamat tinggal kehidupan,’ bisikku lirih.


End

Diilhami dari film Lovely Bones dan kisah nyata.

COMMENTS

BLOGGER: 13
  1. Duh sedih bacanya, hiks. Cerpen yg mba buat bikin penasaran euy. Jadi deg2an jg bacanya hihi. Bagus, ditunggu kisah2 selanjutnya mba.

    ReplyDelete
  2. sedih banget, mrebes mili bacanya... ngebayangin aku jadi mamanya, huhu T_T

    ReplyDelete
  3. refresh pikiranku ya begini ini baca kisah non fiksi hehe
    terimakasih mbak

    ReplyDelete
  4. Duh, kok saya sedih bacanya. Pernah nonton film Turki yang kejadiannya mirip, dia malah dibuang ibunya sendiri dimasukin ke karung dan dibuang di depan rumahnya.

    ReplyDelete
  5. Bagus mbak, ditunggu karya selanjutnya. 😍

    ReplyDelete
  6. sedihhhhh
    tapi bagusss bener ceritanya
    bisa membawa pembaca terhanyuttttt

    ReplyDelete
  7. Kereen mbak cara menceritakan kisahnya, ditunggu karya selanjutnya

    ReplyDelete
  8. Sedih sekali, Mbak...cerpennya baguus sekali..sukaa

    ReplyDelete

Name

Curhat,1,English Version,1,Event,3,Featured,2,Fiksi Mini,14,Inspirasi,1,Mutiara Qalbu,8,Mutiara Qolbu,1,Prosa,1,Puisi,1,Ragam Artikel,8,Review Produk,2,The Zainal's,1,Tips,16,Traveling,3,Tutorial,1,Writing Tips,6,
ltr
item
Dee's Idea: In Between
In Between
https://lh3.googleusercontent.com/-ic5Td--iE24/W8X0YLNxTAI/AAAAAAAABvs/AUH-pqERFFI3c-42ibAyM-iOXOvlUWs3ACHMYCw/%255BUNSET%255D
https://lh3.googleusercontent.com/-ic5Td--iE24/W8X0YLNxTAI/AAAAAAAABvs/AUH-pqERFFI3c-42ibAyM-iOXOvlUWs3ACHMYCw/s72-c/%255BUNSET%255D
Dee's Idea
https://www.dewihepy.com/2018/10/in-between.html
https://www.dewihepy.com/
https://www.dewihepy.com/
https://www.dewihepy.com/2018/10/in-between.html
true
663427439463064019
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy